Amankah Jika Tidak Pakai Masker di Mobil?

Amankah Jika Tidak Pakai Masker di Mobil?

Kesehatan

Akhir-akhir ini, pakai masker di mobil telah menjadi sesuatu hal yang diperdebatkan. Pasalnya, kebanyakan orang enggan memakai maskernya saat di dalam mobil, karena telah merasa lebih aman dan tidak bertemu dengan orang banyak. Namun, apakah benar-benar masih aman jika tidak pakai masker di mobil? Yuk, simak penjelasannya!

Kata dokter tentang pakai masker di mobil

Apa kata para ahli kesehatan tentang ini? Jika memang Anda bepergian sendiri atau tidak bersama dengan orang lain, maka Anda tidak perlu memakai masker di mobil. Walaupun begitu, mungkin ada beberapa kondisi di mana lebih baik Anda pakai masker di mobil, misalnya:

  1. Berada dalam satu mobil dengan orang yang bukan serumah dengan Anda. Bahkan, disarankan untuk tidak mengaktifkan pengaturan “resirkulasi” pada AC atau membuka jendela mobil untuk sirkulasi udara.
  2. Dalam kondisi sakit dan ada orang lain di dalam mobil.
  3. Merasa cemas untuk tampil di depan umum dan ingin menyembunyikannya, agar merasa lebih nyaman.
  4. Melakukan perjalanan yang hanya sebentar, misalnya Anda berhenti sebentar di tepi jalan dan tidak ingin melepas masker karena harus segera dipakai kembali saat keluar dari mobil.

Umumnya, adalah ide yang baik untuk menghindari menyentuh masker wajah Anda, karena bisa terkontaminasi dengan kuman, bakteri, atau virus yang tersaring di bagian luar masker. Maka dari itu, lebih baik jika memakai masker sebentar saja daripada sering-sering melepas dan memasangnya kembali. 

Selain itu, menurut salah satu medical editor di SehatQ, dr. Anandika Pratiwi, masih aman jika seseorang tidak pakai masker di mobil. Hal ini karena risiko penularan COVID-19 sangat rendah, asalkan kita hanya sendirian di dalam mobil dan tidak melakukan kontak langsung dengan siapa pun.

Beberapa hal yang dapat dipertimbangkan

Meskipun dalam kondisi tertentu tidak pakai masker di mobil masih terbilang aman, tetapi tidak ada ruginya juga bila Anda memakai masker. Mengapa? Ini akan jelas terlihat saat Anda membuka kaca jendela mobil. Meskipun tidak ada orang di sekitar Anda pada saat itu, potensi penularan virus tetap ada. Virus dapat masuk lewat udara dari jendela mobil yang terbuka dan risiko infeksi pun dapat terjadi. 

Di sisi lain, beberapa pendapat juga ada yang menyatakan bahwa pakai masker di mobil dapat mengurangi bidang penglihatan Anda, sehingga dapat meningkatkan risiko kecelakaan saat Anda mengemudi. 

Peraturan Gubernur DKI Jakarta (PERGUB DKI Jakarta) Pasal 4a Nomor 79 Tahun 2020, menjelaskan bahwa seseorang harus memakai maskernya dan harus menutupi hidung, mulut, hingga dagunya, jika:

  1. Berada di luar rumah.
  2. Melakukan interaksi dengan orang lain yang kita tidak tahu kondisi kesehatannya.
  3. Menggunakan kendaraan bermotor.

Jika memang kondisi Anda mengharuskan untuk pakai masker di mobil, maka pakailah masker. Jika Anda sendirian dan tidak berkontak langsung dengan siapa pun, maka aman tidak pakai masker di mobil. Namun, akan lebih aman jika tetap memakainya, terutama jika Anda membuka kaca jendela mobil.

Catatan

Memang, pakai masker di mobil juga tidak ada di dalam aturan protokol kesehatan dan memiliki sisi negatif yang juga perlu dipertimbangkan. Intinya adalah selalu pertimbangkan manfaat pakai masker di mobil dengan potensi risikonya. Anda dapat menyesuaikan penggunaan masker sesuai dengan kondisi dan kepentingan Anda ketika berada di mobil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *