Apakah Herd Immunity Saja Cukup Menghentikan Corona?

hidup sehat

Mungkin Anda banyak mendengar istilah “herd immunity” digunakan berhubungan dengan pandemi corona yang menyerang dunia saat ini. Beberapa petinggi negara-negara raksasa seperti Boris Johnson, perdana menteri Britania Raya, menyatakan bahwa herd immunity mungkin dapat menjadi cara yang baik dalam mengatur atau menghentikan penyebaran coronavirus. Namun apa sesungguhnya herd immunity itu dan seberapa efektifkah metode ini? Artikel ini akan mencoba menjawab pertanyaan tersebut.

Herd immunity juga disebut dengan perlindungan kelompok atau “community immunity” terjadi ketika banyak orang pada sebuah komunitas menjadi imun terhadap penyakit yang menginfeksi. Hal ini kemudian akan menghentikan penyebaran dan penularan penyakit. Herd immunity dapat terjadi dalam du acara, yaitu banyak orang terjangkit penyakit dan dalam beberapa waktu mampu membentuk respon kekebalan tubuh (imunitas alami), serta banyak orang mendapatkan vaksinasi terhadap penyakit tersebut untuk mencapai kekebalan tubuh. Herd immunity dapat efektif mencegah penyebaran beberapa penyakit tertentu. Namun ada beberapa alasan pula mengaap herd immunity tidak akan dapat bekerja dalalm menghentikan penyebaran COVID-19.

Bagaimana herd immunity bekerja?

Ketika suatu populasi menjadi kebal terhadap sebuah penyakit dalam persentase yang besar, penyebaran atau penularan penyakit tersebut menjadi lambat atau benar-benar berhenti. Kebanyakan infeksi virus dan bakteri menyebar dari satu orang ke orang yang lain. Rantai ini akan putus ketika banyak orang tidak mendapatkan atau tertular infeksi. Hal ini akan membantu orang-orang yang tidak mendapatkan vaksinasi atau memiliki fungsi sistem kekebalan tubuh yang rendah. Contoh orang-orang yang berada di grup tersebut adalah orang tua, bayi, anak-anak, ibu hamil, orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Apakah herd immunity benar-benar efektif?

Herd immunity dapat bekerja dengan efektif dalam beberapa penyakit. Contohnya, orang-orang di Norwegia dapat dengan sukses mengembangkan herd immunity sebagian untuk melawan virus H1N1 atau flu babi melalui vaksinasi dan kekebalan alami. Dalam kasus yang serupa di negara tersebut, penyakit influenza juga mengakibatkan sedikit kematian pada tahun 2010 dan 2011 karena populasi yang kebal terhadap penyakit tersebut menjadi lebih banyak.

Herd immunity dapat membantu menghentikan penyebaran penyakit, misalnya penyakit flu babi, dan penyakti pandemi lain dalam suatu negara. Namun, hal tersebut dapat berubah tanpa siapapu tahu dan tidak selalu menjamin perlindungan terhadap semua penyakit. Bagi banyak orang dewasa, herd immunity bukan merupakan alternatif yang lebih baik dibandingkan dengan mendapatkan vaksinasi.

Selain itu, tidak semua penyakit yang memiliki vaksin dapat dihentikan dengan herd immunity. Contohnya, Anda bisa terjangkit tetanus dari bakteri yang ditemukan di lingkungan Anda dan Anda tidak tertular atau terjangkit penyakit tersebut dari orang lain. Sehingga, herd immunity tidak akan bekerja untuk infeksi jenis ini dan mendapatkan vaksinasi merupakan perlindungan Anda satu-satunya. Anda dapat membangun herd immunity untuk penyakit tertentu di dalam komunitas sekitar Anda dengan memastikan Anda dan keluarga sudah mendapatkan vaksinasi yang terkini.

Meskipun herd immunity tidak dapat melindungi setiap orang di suatu lingkungan, cara ini dapat mencegah penyeberan penyakit. Salah satu cara terbaik dan teraman untuk mendapatkan kekebalan tubuh adalah melalui vaksinasi. Mengingat COVID-19 belum memiliki vaksin, herd immunity bukanlah menjadi jawaban untuk menghentikan penyebaran coronavirus ini. Saat vaksin sudah dikembangkan untuk virus ini, membangun herd immunity dapat menjadi salah satu cara untuk melindungi orang-orang yang lemah dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang berfungsi rendah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *