Beberapa Hal Penting Mengenai Pityriasis Rosea pada Anak

Kesehatan

Pityriasis rosea mungkin hanya satu dari sekian banyak penyakit atau kondisi kesehatan yang terjadi pada kulit. Kulit manusia, utamanya anak-anak yang masih amat sensitf, mudah sekali terserang penyakit. Baik itu yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, atau kombinasi dari ketiganya, maupun berbagai penyebab lain.

Pityriasis rosea sendiri belum diketahui penyebab pastinya. Namun, beberapa kalangan medis mencurigai virus-lah biang keladi dari penyakit yang ditandai dengan bercak ruam berbentuk bulat atau oval yang biasanya muncul pertama kali pada dada, perut, atau punggung.

Hipotesis infeksi virus berperan dalam patofisiologi pityriasis rosea muncul setelah ditemukannya partikel seperti intranuklear dan intrasitoplasma virus pada sampel biopsi kulit. Hal ini diikuti pula dengan peningkatan jumlah limfosit CD4 dan sel Langerhans pada dermis yang diduga akibat respon terhadap antigen virus.

Anti-imunoglobulin M keratinosit juga ditemukan pada pasien dengan pityriasis rosea. Human herpesvirus-6 dan 7 merupakan virus yang paling sering dikaitkan dengan pityriasis rosea. Pada usia anak 2-6 tahun, infeksi kedua jenis virus tersebut bermanifestasi sebagai exanthema subitum. Munculnya pityriasis rosea di kemudian hari, diduga akibat reaktivasi virus tersebut.

  • Yang Dikeluhkan Anak Saat Mengalami Pityriasis Rosea

Gejala utama, dan dapat dibilang satu-satunya, dari pityriasis rosea sendiri adalah munculnya herald patch. Bercak ruam itu bisa bertahan di tubuh anak selama dua hingga delapan minggu. Seiring perkembangan, ruam besar atau herald patch tadi akan diikuti dengan ruam kecil berbentuk lonjong atau bundar yang mungkin timbul dan terasa bersisik.

Namun, meski jarang, pityriasis rosea juga bisa memunculkan gejala seperti flu yakni sakit tenggorokan, kelenjar bengkak, sakit kepala, atau lelah beberapa hari sebelum ruam muncul. Warna ruam pityriasis rosea merah muda atau merah pada orang berkulit putih. Pada orang berkulit gelap, warnanya bisa bermacam-macam, mulai dari ungu, cokelat, hingga abu-abu.

  • Yang Bisa Anda Lakukan Saat Anak Mengalami Pityriasis Rosea

Sama seperti pada orang dewasa, pityriasis rosea sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan atau perawatan medis. Gejala dan segala keluhan yang diderita anak biasanya akan mulai sembuh setelah satu hingga dua bulan sejak kemunculannya.

Obat-obatan mungkin diperlukan jika dokter menyarankan dengan tujuan menghentikan persebaran pityriasis rosea agar tak semakin meluas. Obat-obatan itu juga yang menjadi anti-gatal yang mungkin amat dibutuhkan anak. Adapun jenis obat yang umum digunakan dalam kasus ini adalah hidrokortison sebagai salep dan antihistamin yang biasanya diberikan dalam bentuk sirup.

Hal terpenting yang bisa Anda lakukan ketika anak mengalami pityriasis rosea adalah menjaga kebersihan tubuhnya selalu. Mandi dengan bersih menggunakan sabun antiseptik lebih disarankan. Selain itu, dianjurkan untuk memandikannya dengan air hangat agar membantu meredakan rasa gatalnya.

Membiarkan anak berjemur di bawah sinar matahari selama 5-10 menit setiap hari selama beberapa hari juga bisa meredakan gatal. Namun, pastikan momen berjemur pada saat ideal untuk berjemur agar terhindar dari risiko kulit terbakar yang justru bisa memperparah ruam.

Jika gatal sangat mengganggu, anak Anda bisa pula menjalani terapi sinar ultraviolet B oleh ahli dermatologi. Cara ini bisa mengurangi gatal dan durasi ruam. Setelah sembuh, bekas ruam mungkin akan terlihat lebih gelap atau lebih terang dibanding kondisi normal. Tapi, tak perlu khawatir, Moms, karena warnanya akan memudar seiring waktu.

***

Itulah beberapa hal yang sekiranya penting untuk diketahui mengenai pityriasis rosea yang terjadi di tubuh anak ini. Jika Anda merasa gejala dan keluhan tersebut tak kunjung reda, jangan ragu untuk segera mendatangi dokter.

Anda mungkin perlu informasi lebih jauh mengenai kondisi kulit anak Anda. Jangan sampai pityriasis rosea yang dialami anak Anda berkembang ke kondisi yang lebih parah lagi. Tentu saja kondisi itu bakal memerlukan pemeriksaan dan penanganan yang semakin rumit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *