Berbeda, BPJS Kesehatan Versus BPJS Ketenagakerjaan

Uncategorized

Walaupun sama-sama memiliki nama depan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenakerjaan ternyata dikelola oleh lembaga yang berbeda. Oleh sebab itu, sejumlah perbedaan melingkupi kedua penyelenggara jaminan sosial di Indonesia ini.

Namun sayangnya, masih saja ada pihak yang keliru dan menyamakan BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagkerjaan. Kekeliruan tersebut mengakibatkan banyak salah paham dan kondisi pelayanan pun dinilai menjadi sangat buruk. Sebab misalnya, ketika seorang peserta BPJS Kesehatan mengajukan keluhan layanan kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan tentu tidak ditanggapi. Begitu juga sebaliknya ketika peserta BPJS Ketenagakerjaan datang ke kantor BPJS Kesehatan guna menyampaikan keluhan, pasti juga tidak bisa diatasi.

Karena itu, menjadi penting membedakan fungsi kedua lembaga ini dan mengetahui perbedaannya. Hanya dengan cara ini Anda bisa dengan tepat mengambil langkah dan tidak mengalami penolakan dari kedua lembaga tersebut. Nah, berikut ini adalah beberapa perbedaan mendasar yang ada di BPJS Kesehatan dengan BPJS Ketenagakerjaan.

  1. Hari Lahir Tak Sama

Perbedaan tampak jelas dari tanggal dibentuknya BPJS Kesehatan dengan BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Kesehatan lahir lebih dulu pada tanggal 1 Januari 2014. Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan terbentuk pada tanggal 1 Juli 2015. Walaupun tanggal lahirnya tak sama, namun kedua lembaga ini termaktub dalam aturan yang serupa, yakni Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

  • Asal yang Berlainan

Sebelum BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan muncul, nyatanya ada lembaga-lembaga lain yang berperan layaknya mereka seperti saat ini. Kedua lembaga jaminan sosial ini bahkan sebenarnya merupakan kelanjutan dari lembaga-lembaga yang ada sebelumnya. BPJS Kesehatan merupakan transformasi dari PT Asuransi Kesehatan (Persero) yang dikenal sebagai Askes. Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan merupakan transformasi dari PT Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Persero) atau yang lebih familiar disebut Jamsostek.

  • Tujuan Tak Searah

Dikelola oleh lembaga yang tak sama, tentu saja tujuan BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagkerjaan juga berda. BPJS Kesehatan bertujuan memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan memiliki tujuan memberi perlindungan kehidupan yang layak bagi tenaga kerja di Indonesia, baik untuk pekerja itu sendiri selama ia bekerja sampai masa pensiun juga bagi keluarga tenaga kerja tersebut jika sang pencari nafkah mangkat.

  • Program Berbeda

Dengan tujuan masing-masing, BPJS Kesehatan akhirnya membuat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang secara sederhana bisa diartikan sebagai asuransi rakyat. Tiap peserta BPJS wajib membayar iuran yang telah ditetapkan untuk nantinya bisa memperoleh layanan kesehatan yang sudah disepakati. Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan memiliki empat program untuk menunjang kesejahteraan tenaga kerja Indonesia, yakni lewat Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja, serta Jaminan Kematian. Tiap program memiliki iuran dan manfaatnya masing-masing.

  • Target Peserta Berbeda

Untuk BPJS Kesehatan, seluruh masyarakat Indonesia merupakan target peserta. Akan tetapi sampai 30 Juni 2020, total peserta BPJS Kesehatan baru berada di kisaran angka 221 juta jiwa. Padahal sebenarnya, penduduk Indonesia telah melampaui 260 juta jiwa. Sementara itu, target peserta BPJS Ketenagakerjaan bukanlah seluruh penduduk, melainkan para tenaga kerja Indonesia. Ada empat klasifikasi tenaga kerja Indonesia yang disusun oleh lembaga ini, yakni pekerja penerima upah, pekerja bukan penerima upah, pekerja proyek,, serta pekerja migra.

  • Manfaat Tak Serupa

Sama-sama membayar iuran, tapi jangan mengharapkan manfaat yang sama antara BPJS Kesehatan dengan BPJS Ketenagakerjaan. Di BPJS Kesehatan, iuran yang Anda bayar akan digunakan sebagai dana perlindungan untuk biaya kesehatan nasional, termasuk biaya kesehatan Anda. Seperti umumya asuransi, tidak ada pengembalian dana apabila Anda tidak menggunakan layanan kesehatan dari BPJS yang satu ini. Sementara itu, BPJS Ketenakerjaan memang memberikan manfaat pengembalian dana dengan imbal hasil untuk tiap iuran yang peserta setorkan.

***

Sekarang sudah tidak bingung bukan perbedaan antara BPJS Ketenagakerjaan dengan BPJS Kesehatan? Jadi sekarang juga sudah tahu bukan jika menyampaikan protes terkait pelayanan kesehatan ke mana dan ke mana jika ingin mengajukan klaim untuk pensiun?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *