Inilah Cara Perawatan Luka Terbuka di Rumah

hidup sehat
langkah-langkah perawatan luka terbuka yang dapat dilakukan di rumah

Jatuh dan terkena benda tajam merupakan penyebab luka terbuka yang paling umum. Sepertinya hampir semua orang pernah mengalami luka terbuka seumur hidupnya. Kebanyakan perawatan luka terbuka cukup dilakukan di rumah. Tapi, pada kondisi yang lebih serius, tentu Anda perlu meminta pertolongan medis. 

Jenis-jenis luka terbuka

Tergantung jenis penyebabnya, luka terbuka dapat bermacam-macam bentuknya. Jika kuli bergesekan dengan permukaan, seperti ketika terjatuh dari motor dan kulit bergesekan dengan aspal, disebut luka baret. Jenis luka ini biasanya tidak banyak mengeluarkan darah. Namun, tetap perlu dilakukan perawatan luka terbuka yang benar agar tidak terjadi infeksi. 

Jenis luka terbuka yang lain adalah laserasi atau robekan pada kulit. Biasanya, orang mengalami laserasi akibat kecelakaan mesin atau kecelakaan saat menggunakan pisau. Pada jenis luka ini, perdarahan dapat terjadi. 

Selanjutnya, tusukan juga merupakan salah satu jenis luka terbuka yang dapat terjadi. Luka tusukan umumnya disebabkan oleh benda panjang dan runcing, sehingga menimbulkan lubang kecil. Sebagai contoh, luka akibat terkena jarum atau paku. 

Mungkin ketika mengalami luka tusukan, darah yang keluar tidak terlalu banyak, tapi jenis luka ini berpotensi merusak jaringan atau organ dalam. Anda juga tetap perlu menemui dokter untuk dilakukan suntik tetanus, sebagai bagian dari pencegahan infeksi tetanus. Sebab sering kali orang memperoleh luka tusukan disebabkan oleh paku yang kebanyakan berkarat. 

Terakhir dan dapat dikatakan yang paling parah adalah avulsi. Jenis luka di mana terjadi robekan pada sebagian atau seluruh kulit serta jaringan di bawahnya. Misal, luka akibat ledakan atau tembakan peluru. Tentu saja jenis luka ini akan mengakibatkan pendarahan hebat dan perlu tenaga medis profesional untuk perawatannya

Perawatan luka terbuka yang tepat

Perlu diingat, perawatan luka terbuka di bawah ini hanya untuk jenis luka tertentu yang masih memungkinkan dirawat di rumah. Jenis luka avulsi atau kulit dan daging robek misalnya, tentu bukan jenis luka yang dapat dirawat dengan cara  di bawah ini.

1. Bersihkan tangan terlebih dahulu

Bagian perawatan luka terbuka yang sangat mendasar adalah menjaga agar luka tidak infeksi. Di tangan kita bisa terdapat banyak bakteri, jamur dan virus, yang akan menginfeksi luka jika tidak dibersihkan. Oleh sebab itu, selalu pastikan tangan Anda sudah bersih sebelum mulai melakukan proses perawatan. Cucilah tangan Anda dengan menggunakan sabun dan air mengalir. 

2. Menghentikan pendarahan

Pada jenis luka yang mengakibatkan pendarahan, langkah awal yang perlu dilakukan adalah menghentikan pendarahan tersebut. Caranya, berikan tekanan pada bagian tubuh yang luka dengan menggunakan tisu atau perban. 

Apabila tisu atau perban tersebut sudah dipenuhi oleh darah, maka tambahkan lagi tisu atau perban di atasnya. Tisu atau perban yang pertama kali digunakan tetap dibiarkan. Anda disarankan tidak mengangkat tisu atau perban yang sebelumnya, sebab luka yang mulai mengering dapat turut tercabut, sehingga memicu pendarahan kembali. 

3. Luka dibersihkan

Tahapan perawatan luka terbuka yang berikutnya, setelah pendarahan berhenti, mulailah membersihkan luka. Bersihkan luka di bawah air mengalir dan oleskan sabun di sekitar luka. 

Sabun tidak dapat dioleskan pada bagian yang luka. Sebagai gantinya, berilah bagian cairan antiseptik berbahan iodine atau hidrogen peroksida. 

Bila pada luka tersebut, ada tanah, pasir, atau serpihan kaca misalnya, angkatlah benda-benda tersebut dengan menggunakan pinset. Rendam pinset dengan alkohol 70% sebelum digunakan. Namun, jika Anda tidak dapat mengeluarkan benda tersebut, segeralah meminta bantuan tenaga medis. 

4. Tutupi luka dengan perban

Pada luka yang ringan, mungkin Anda tidak perlu menutupnya dengan perban. Namun, jika ada potensi bagian tersebut dapat terluka kembali, sebaiknya ditutup dengan perban. Hal ini juga mencegah luka terpapar debu, serta untuk meminimalkan kemungkinan infeksi. 

Perlu diingat, penutup luka juga justru dapat menjadi pemicu infeksi apabila Anda tidak rutin menggantinya. Gantilah perban minimal satu kali dalam sehari, juga saat perban basah atau kotor. 

Pada prinsipnya, Anda perlu menjaga luka tersebut tetap bersih, tidak ada pendarahan, dan tidak ada potensi infeksi. Anda juga dapat menambahkan salep antibiotik, namun sebaiknya ini dilakukan atas rekomendasi tenaga medis. 

Walaupun Anda merasa sudah menerapkan langkah perawatan luka terbuka dengan benar, Anda tetap perlu memantau ada atau tidaknya kemungkinan infeksi. Jika diperlukan, lakukan pula suntik tetanus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *