Mengenal Fugue Disosiatif, Kelainan Lupa Identitas Diri

penyakit

Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang yang hilang ingatan, lupa mengenai siapa dirinya, dan pergi ke tempat yang jauh? Nah, ini bukan seperti amnesia biasa yang sering ditemui. Namun, jenis amnesia ini disebut fugue disosiatif, yang harus mendapatkan penanganan medis.

Mengenal Fugue Disosiatif

Fugue disosiatif adalah jenis amnesia yang membuat penderitanya lupa identitas diri. Namun parahnya, penderita amnesia jenis ini akan pergi meninggalkan rumah dan bingung mengenai siapa dirinya lalu bisa jadi dia akan menciptakan identitas baru.

Ini merupakan jenis amnesia disosiatif yang oarah dan memang jarang terjadi. Biasanya ini disebabkan oleh adanya trauma psikologis ekstrim.

Pada sebagian kasus, kelainan identitas disosiatif ini berlangsung beberapa jam saja, sehingga penderita dfapat kembali ke kondisi normal dengan cepat tanpa disadari orang sekitarnya. Namun ada juga kasus fugue disosiatif ini berlangsung lama hingga berminggu-minggu bahkan bertahun-tahun lamanya. Pada kasus seperti ini, penderita bukan tidak mungkin meninggalkan identitas diri yang lama dan menjalani kehidupan baru yang sangat berbeda dengan kehidupan aslinya.

Penyebab Fugue Disosiatif

Penyebab seseorang kemungkinan menderita fugue disosiatif ini adalah karena stres emosional yang parah dan ekstrem yang dialami oleh penderitanya. Trauma yang parah tersebut mungkin saja dialami langsung oleh penderita, bisa juga hanya melihat trauma yang dialami oleh orang lain.

Berikut beberapa sumber stres atau trauma yang dapat memicu munculnya fugue disosiatif, yaitu:

  • Penculikan
  • Pelecehan emosional atau mengalami pelecehan fisik waktu kecil
  • Trauma seksual
  • Trauma akibat kecelakaan
  • Trauma karen menjadi korban bencana alam
  • Penyiksaan
  • Trauma karena peperangan

Fugue disosiatif ini juga dapat disebabkan oleh faktor genetik.

Gejala yang Dialami oleh Penderita Fugue Disosiatif

Penderita fugue disosiatif ini akan terlihat bingung ketika kelainan ini berlangsung, kemudian akan normal lagi ketika kelainan sudah membaik. Namun, tidak semua kelainan ini berlangsung sebentar, tetapi ada yang terjadi dalam durasi yang sangat lama.

Berikut gejala-gejala yang mungkin terjadi:

  • Tiba-tiba saja penderita akan melakukan perjalanan jauh tanpa direncanakan sebelumnya
  • Merasa kebingungan
  • Sulit menjalani aktivitas sehari-hari
  • Depresi, mengalami masalah mental, bahkan ingin bunuh diri
  • Mengalami stres parah di tempat kerja atau dari hubungan personal
  • Kehilangan ingatan atas identitas pribadi dan membuat penderita akan menjalani aktivitas baru dari identitas yang lain
  • Tidak dapat mengingat peristiwa masa lalu atau melupakan informasi penting dari kehidupannya

Biasanya identitas baru yang dijalani oleh penderita akan berbeda dengan identitas diri yang sebelumnya. Misalnya, seorang karyawan di kota besar dapat dengan mudah memutuskan untuk meninggalkan karirnya dan pindah ke sebuah desa untuk menjadi penjual bunga atau menjalani pekerjaan baru yang mungkin tidak pernah direncanakan sebelumnya ketika mengalami kelainan identitas diri.

Pengobatan Fugue Disosiatif

Biasanya, penderita fugue disosiatif ini akan diidentifikasi kondisi medisnya oleh dokter, seperti apa pemicu yang membuat ingatannya hilang. Kemudian, penderita akan dirujuk ke psikiater untuk menjalani pemeriksaan fugue disosiatif. Ada juga wawancara yang disebut Wawancara Klinis Terstruktur untuk Disosiasi. Jika sudah melalui proses wawancara dan pemeriksaan, maka akan diberikan penanganan berupa terapi, yaitu:

  • Terapi keluarga
  • Psikoterapi
  • Terapi perilaku kognitif
  • Terapi musik atau musik
  • Teknik meditasi dan relaksasi
  • Terapi perilaku dialektik
  • Hipnosis klinis

Penderita fugue disosiatif juga akan diberikan obat-obatan untuk mengatasi gejala yang dirasakan oleh pasien berupa obat antidepresan dan anticemas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *