Metode Biopsi Kulit Pasti Meninggalkan Luka, Begini Mengatasinya!

hidup sehat

Dunia kedokteran memiliki banyak metode untuk mendiagnosis suatu kondisi medis seseorang. Salah satu yang mungkin sedikit unik adalah biopsi kulit. Mudahnya, biopsi kulit adalah tindakan pengangkatan sampel jaringan kulit untuk selanjutnya dilakukan serangkaian mekanisme pemeriksaan guna mengetahui suatu penyakit di kulit.

Sampai saat ini ada tiga jenis biopsi kulit yang dibedakan berdasarkan tekniknya, yakni biopsi cukur yang dilakukan menggunakan alat yang menyerupai alat cukur untuk mengambil lapisan atas kulit atau epidermis dan sebagian dermis; biopsi punch digunakan untuk mengambil jaringan kulit lebih kecil dan lebih dalam daripada biopsi cukur; dan biopsi eksisi di mana dokter menggunakan pisau bedah untuk mengambil sepotong besar jaringan kulit yang abnormal.

Ketiga teknik biopsi kulit itu hampir pasti meninggalkan luka. Nah, ternyata mengatasi luka itu tak boleh sembarangan, lho. Berikut prosedurnya:

  • Ketahui teknik biopsi kulit yang digunakan oleh dokter

Dokter mungkin menggunakan lebih dari satu teknik biopsi untuk mengambil sampel jaringan kulit. Mengetahui teknik biopsi yang digunakan oleh dokter membantu menentukan metode penyembuhan yang sesuai.

  • Gunakan perban untuk membalut luka

Penggunaan perban pada luka akibat biopsi kulit ditujukan untuk melindungi luka sekaligus menyerap pendarahan. Jika luka akibat biopsi kulit berdarah, ganti perban dengan yang baru. Jika pendarahan parah atau terus terjadi, konsultasikan dengan dokter sesegera mungkin.

  • Pastikan luka terbalut perban selama satu hari penuh

Selama satu hari setelah menjalani prosedur biopsi kulit, jangan melepas perban yang dipasang oleh dokter. Jaga perban dan area sekitarnya tetap kering. Cara ini membantu proses penyembuhan serta mencegah luka terinfeksi bakteri.

  • Ganti perban dengan yang baru setiap hari

Perban yang membalut luka akibat biopsi kulit harus diganti setiap hari untuk menjaga luka tetap kering dan bersih serta mencegah infeksi dan pembentukan jaringan parut. Bahan pembebat lukanya pun harus memungkinkan terjaganya sirkulasi udara untuk membantu proses penyembuhan. Jangan sampai bagian perban yang lengket menempel pada luka.

Luka akibat biopsi kulit biasanya perlu dibalut selama 5-6 hari. Namun, ada juga luka akibat biopsi kulit yang perlu dibalut sampai selama dua minggu. Ganti perban dengan yang baru setiap hari sampai luka tidak lagi terbuka atau sesuai durasi yang dianjurkan oleh dokter.

  • Cucilah tangan sebelum menyentuh luka akibat biopsi kulit

Setiap kali akan mengganti perban atau menyentuh luka akibat biopsi kulit, cucilah tangan dengan benar terlebih dahulu menggunakan air dan sabun. Cara ini mencegah luka terinfeksi bakteri.

  • Usahakan luka akibat biopsi kulit tetap bersih

Menjaga kebersihan luka akibat biopsi kulit sangat penting untuk mencegah kemungkinan infeksi selama masa penyembuhan. Mencuci luka setiap hari menghambat pertumbuhan bakteri di area tersebut.

Pembersihannya pun cukup menggunakan air hangat dan sabun apa saja. Jika area yang dibiopsi ada di kepala, bersihkan dengan sampo.

  • Oleskan salep antibiotik atau petrolatum

Setelah membersihkan luka akibat biopsi kulit, oleskan salep antibiotik atau petrolatum jika dianjurkan oleh dokter. Salep antibiotik atau petrolatum menjaga luka tetap lembap sehingga mencegah luka mengerak serta membantu proses penyembuhan. Oleskan salep antibiotik atau petrolatum dengan cotton bud atau jari yang bersih.

  • Hindari melakukan kegiatan fisik berat

Kegiatan seperti mengangkat barang berat atau kegiatan lain yang menyebabkan tubuh berkeringat deras sebaiknya dihindari setelah melakukan prosedur biopsi kulit. Melakukan kegiatan fisik berat dapat menyebabkan pendarahan, memperbesar ukuran jaringan parut yang nantinya terbentuk, serta mengiritasi kulit sensitif. Selama jahitan belum diangkat, jangan melakukan kegiatan fisik berat.

  • Mengonsumsi obat pereda nyeri

Suatu hal yang normal jika terasa nyeri atau perih di bekas biopsi kulit. Untuk meredakannya, konsumsilah obat pereda nyeri yang dapat dibeli tanpa resep dokter untuk meredakan nyeri serta bengkak, seperti ibuprofen atau parasetamol.

  • Jangan lupa lepas jahitan

Jika luka akibat biopsi kulit dijahit, kunjungi dokter untuk mengangkat jahitan. Jahitan perlu terpasang selama durasi yang dianjurkan oleh dokter agar luka dapat sembuh dengan benar dan tidak membentuk jaringan parut yang besar.

  • Konsultasikan dengan dokter jika timbul masalah.

Jika mengalami gejala infeksi, seperti demam, pendarahan berlebihan, luka bernanah, kemerahan, hangat, atau bengkak, konsultasikan dengan dokter sesegera mungkin guna memastikan infeksi tidak terjadi serta mencegah masalah yang lebih serius.

Pendarahan ringan atau keluarnya cairan merah jambu dari luka akibat biopsi kulit selama dua hari setelah menjalani prosedur biopsi merupakan hal normal. Jika pendarahan parah, darah akan membasahi perban atau plester.

***

Itulah beberapa prosedur yang bisa Anda lakukan untuk merawat luka setelah biopsi kulit. Beberapa hal yang tidak tertulis di sini mungkin akan disarankan oleh dokter atau perawat. Semua prosedur itu bertujuan untuk menjaga luka bipsi kulit tetap bersih dan terhindar dari infeksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *