Panduan Memompa ASI dengan Baik dan Benar

Ibu Menyusui

Seorang ibu akan mendapatkan berbagai manfaat dengan memompa ASI. Mulai dari pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi, hingga mencegah pembengkakan payudara. Anda pun bisa mengawetkan ASI. Simak panduannya berikut ini untuk memperoleh ASI perah berkualitas.

Pilih Pompa ASI Terbaik

Ada dua macam pompa ASI, yaitu manual dan elektrik. Pompa manual lebih murah, mudah dibawa dan seringkali lebih nyaman digunakan. Sementara itu, pompa elektrik lebih efisien. Terlebih, alat ini bisa digunakan sekaligus di kedua payudara.

Sebelum membeli, pertimbangkan dahulu pilihan Anda berdasarkan lokasi dan intensitas memompa ASI. Apakah Anda memerlukan pompa dengan cara kerja yang cepat? Berapa dana yang Anda miliki untuk membeliny? Sebab, harganya relatif mahal, untuk pompa elektrik.

Terus Berlatih

Tubuh ibu secara alami akan lebih cepat merespons bayi, bukannya pompa ASI. Anda butuh waktu dan latihan untuk membiasakan diri dengan cara kerja pompa. Keadaan psikologis juga memainkan peranan penting. Jika Anda tidak menyukai aktivitas memompa, besar kemungkinan ASI terhenti saat memompa.

Berlatihlah hingga bisa memompa dengan nyaman dan tanpa rasa sakit. Usap ringan payudara. Kalau perlu, kompres dengan kain hangat, lepas bra dan mulai memompa. Jika Anda berada jauh dari bayi, gunakan berbagai cara untuk mengingatnya. Bisa dengan membawa selimutnya, atau melihat videonya.

Jumlah ASI yang Normal

Semakin sering memompa, semakin banyak ASI yang dihasilkan. Ibu menyusui yang banyak berlatih, bisa memproduksi 59-118 ml setiap 15-20 menit memompa. Untuk meningkatkan jumlah ASI, usahakan rutin memompa di waktu yang sama setiap harinya. Setiap kali memompa, berhentilah setelah 20 menit. Atau sekitar 2 menit setelah susu berhenti mengalir. Sebab, tak baik memompa terlalu lama.

Usahakan Tetap Menyusui

Meskipun menggunakan pompa, usahakan untuk tetap menyusui secara langsung. Ini penting untuk menjaga kedekatan ibu dan bayi. Anda bisa melakukannya pada pagi sebelum keluar rumah, atau sore setelah tiba di rumah. Sepanjang malam, usahakan menyusui secara langsung.

Mengawetkan ASI

Gunakan kantong steril khusus untuk menyimpan ASI. Bisa juga dengan plastik, gelas, atau botol yang aman. Lalu letakkan di kulkas dalam ukuran sekali minum. Untuk amannya, pasokan ASI di kulkas sebaiknya cukup selama seminggu. Sediakan juga ASI dalam ukuran lebih kecil, untuk diberikan jika bayi merasa kurang.

ASI yang baru dipompa bisa bertahan dalam suhu ruang selama empat hingga enam jam. Namun, jika diletakkan di lemari es, ASI bisa bertahan delapan hari. Sementara itu dalam freezer, ASI mampu bertahan selama empat bulan, dan dalam deep freezer bertahan enam bulan hingga satu tahun. Beri label tanggal pada setiap botol atau kemasan. Letakkan jauh di belakang, agar ASI tidak mengalami perubahan suhu jika pintu lemari es dibuka tutup. Setiap kali dicairkan, ASI harus diminum dalam 24 jam.

Menyiapkan Susu

Saat menyajikan, ambil susu yang sudah paling lama berada di pendingin. Kepadatan susu berubah seiring pertumbuhan usia bayi. Jadi, diharapkan rasa susu tak beda dari ASI saat ini. Cairkan susu dengan meletakkannya di mangkuk berisi air hangat. Jangan mendidihkan ataupun memasukkannya ke microwave. Sebab, zat-zat nutrisi yang sangat berharga bisa hilang dalam proses pemanasan. Goyang-goyangkan wadah agar semua lemak bisa bercampur.

Jaga Kebersihan Pompa Setiap selesai memompa, pisahkan bagian pompa yang bisa dicuci. Lalu letakkan dalam tasnya, simpan di lemari es. Cara ini bisa meminimalisir bakteri yang mungkin ada selama memompa. Atau, cucilah dengan air sabun. Lalu setiap empat-lima hari, sterilkan dengan menggunakan air panas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *