Panduan Menjadi Orangtua Angkat

Parenting

Jika ada istilah “marriage is a never-ending series of compromises”, itu bukan sekadar kata-kata belaka. Ketika dua insan menikah dan memutuskan untuk membangun keluarga, tentu ada banyak hal yang perlu dikompromikan. Termasuk, jika keduanya sepakat untuk mengadopsi atau mengangkat anak.

Berbicara tentang konsep orangtua angkat, tampaknya ini bukan hal yang sederhana. Berbeda dari memiliki anak kandung yang secara alami bisa membangun ikatan, tentu relasi dengan anak angkat pun berbeda. Dalam hal ini, anak angkat yang dimaksud adalah anak tiri yang dibawa dari pernikahan sebelumnya.

Nah, artikel kali ini akan membahas tentang tips parenting menjadi orangtua angkat. Apa yang sebaiknya dilakukan atau justru dihindari?

  1. Jangan Terlalu Memaksakan

Sangatlah manusiawi ketika Anda sebagai sosok orangtua baru, ingin membangun kedekatan dengan anak tiri dengan memberikan banyak hadiah atau menjadi sosok orangtua yang berbeda dari diri mereka sesungguhnya.

No, don’t force this. Justru situasi ini akan membuat anak terkejut dan merasa canggung. Ingat, hubungan Anda dengan anak angkat tidak hanya berlangsung satu atau dua tahun saja. Jadilah diri Anda yang sesungguhnya.

  • Sepakati Cara Parenting

Menjadi orangtua, sekalipun orangtua tiru, memerlukan kesepakatan antara Anda dengan pasangan. Untuk itu, sepakati pola parenting atau pengasuhan anak bersama pasangan. Tentu ada pola yang sudah ada dari pernikahan sebelumnya. Ketika ada perbedaan, diskusikan bersama-sama dengan kepala dingin.

  • Quality Time dengan Orangtua Kandung

Jangan pernah merasa insecure ketika anak tiri Anda menghabiskan waktu bersama orangtua kandung mereka. Ini bukan kompetisi. Biarkan anak merasakan hak mereka untuk mendapatkan curahan kasih sayang sebanyak mungkin dari orang dewasa yang ada di sekitarnya.

Tak ada salahnya memberi kejutan dengan mengalokasikan waktu bagi mereka untuk berlibur atau sekadar quality time bersama. Beri sinyal bahwa Anda tidak keberatan dengan hal ini. Mengapa? Lagi-lagi, menjadi orangtua angkat bukanlah sekadar beradu siapa yang lebih dekat dengan si buah hati.

  • Ekspektasi Terbaik

Apa ekspektasi terbaik? Untuk tidak terlalu tinggi menaruh harapan. Ya, tidak berekspektasi apa-apa akan membuat Anda tidak menguras tenaga dan pikiran, untuk bisa menjadi sosok orangtua baru yang diidam-idamkan anak angkat atau anak tiri.

Tanpa dihantui ekspektasi berlebihan, bangunlah hubungan yang sehat antara Anda dan anak angkat. Semua memori dan kedekatan akan terbangun dengan sendirinya, seiring dengan berjalannya waktu. Bahkan tak ada salahnya jika sesekali mengatur rencana bertemu dengan orangtua kandung dan berlibur. Rasa canggung tentu akan luntur dengan sendirinya.

  • Terlalu Mendisiplinkan Anak

Beberapa kasus lain dari orangtua angkat adalah memposisikan diri sebagai orangtua yang tegas dan disiplin agar disegani oleh anak. Kedisiplinan yang berlebihan justru akan membuat mereka takut dan enggan berbagi dengan Anda, bukannya segan.

Penulis buku “How to Survive Step Parenting” Molly Barrow, PhD, menyarankan agar memberikan ranah disiplin anak ini kepada orangtua kandungnya, paling tidak untuk setahun pertama.

  • Bersiaplah dengan Kalimat, “Kamu bukan orangtua kandungku”

Bukan hanya scene di film, kalimat semacam, “Kamu bukan orangtua kandungku,” sangat mungkin dilontarkan oleh anak ketika hubungan kalian tengah memburuk. Bagaimana cara merespons yang tepat?

Beri afirmasi bahwa memang Anda bukanlah orangtua kandungnya. Namun ingatkan dia bahwa Anda memperlakukan dia selayaknya anak kandung sendiri. Jangan lupa meminta maaf dan membahas tentang hal yang membuat hubungan kalian memburuk.

  • Jangan Mudah Tersinggung

Dalam urusan rumitnya dunia orangtua angkat, sebenarnya anak juga tengah berdamai dengan dirinya sendiri dengan yang terjadi di sekitarnya. Untuk itu, beri mereka waktu untuk itu hingga nanti siap dengan kehadiran Anda sebagai orangtua ‘baru’.

Paling tidak sebulan sekali, rencanakan hal-hal mengasyikkan yang membangun ikatan kalian, terutama yang berkaitan dengan hobinya. Entah itu bersepeda, mengikuti kelas melukis, atau sesederhana masak bersama di rumah. Pengalaman-pengalaman ini yang akan membangun ikatan antara Anda dengan anak angkat. Menyandang predikat sebagai orangtua angkat bukan akhir dari segalanya. Siapa bilang Anda tak berhak bahagia untuk status ini? Semuanya bisa dikompromikan, bahkan bisa menambah saudara baru bagi anak, demi kebahagiaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *