Pecah Pembuluh Darah di Otak, Ini Penyebabnya!

hidup sehat

Pembuluh darah merupakan bagian dari sistem peredaran darah yang bertugas mengedarkan darah ke seluruh tubuh manusia. Pembuluh darah yang sehat dan normal akan bertugas membantu melancarkan aliran darah kaya oksigen ke seluruh tubuh untuk membuat tubuh bekerja lebih baik. Lalu bagaimana jika pecah pembuluh darah tersebut pecah?

pecah pembulu darah

Pecah pembuluh darah adalah suatu kondisi kesehatan yang bisa mengakibatkan seseorang yang mengalaminya berada pada situasi darurat, hingga bisa mengancam jiwa orang tersebut. Pecahnya pembuluh darah tersebut berakibat terjadinya pendarahan, di mana darah akan keluar dari sistem sirkulasi dan menyebar pada jaringan disekitarnya. Bagaimana jika pecah pembuluh darah pada otak?

Pendarahan Otak

Pendarahan pada otak adalah kejadian pendarahan yang berada di dalam atau di sekitar otak. Hal ini disebabkan adanya arteri pada otak yang pecah dan menyebabkan pendarahan lokal di sekitar jaringan tersebut. Pendarah di otak juga sering disebut pendarahan intraserebral dan pendarahan subarachnoid.

Pendarahan intraserebral adalah pendarahan yang terjadi pada jaringan otak itu sendiri. Sedangkan pendarahan subarachnoid adalah pendarahan yang terjadi pada jaringan otak di bawah selaput pelindung otak. Pendarahan jenis ini sering disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak yang disebabkan oleh aneurisma atau cedera kepala berat. Jadi, pada jenis pecah pembuluh darah di otak adalah jenis pendarahan subarachnoid.

Penyebab terjadinya pendarahan

Ada beberapa faktor risiko yang menyababkan terjadinya pendarahan di otak. Faktor yang paling umum terjadi diantaranya:

  • Trauma kepala, cedera ini paling sering terjadi dan menjadi penyebab paling umum dari pendarahan di otak.
  • Tekanan darah tinggi atau hipertensi, pun menjadi salah satu kondisi penyebab pecah pembuluh darah di otak. Hipertensi yang tidak diobati adalah penyebab utama pendarahan di otak.
  • Aneurisma, adalah kondisi melemahnya dinding peembuluh darah yang membengkak. Pecah pembuluh darah dapat terjadi dan darah dapat memenuhi otak hingga menyebabkan stroke.
  • Kelainan pembuluh darah (Malformasi arteri), adalah kondisi di mana terjadinya pertumbuhan yang tidak normal pada pembuluh darah di sekitar otak sejak lahir.
  • Angiopati amiloid, adalah kelainan dinding pembuluh darah yang kadang-kadang terjadi karena penuaan dan tekanan darah tinggi. Hal ini dapat menyebabkan pendarahan kecil pada otak yang bisa berkembang menjadi pendarahan besar dikemudian hari.
  • Gangguan darah atau perdarahan, adalah hemofilia dan anemia yang dapat menyebabkan penurunan kadar trombosit darah.
  • Penyakit hati dan tumor otak

Gejala Pendarah Otak

Gejala pecah pembuluh darah di otak yang menyebabkan pendarahan dapat bervariasi. Hal ini bisa disebabkan beberapa hal, seperti lokasi perdarahan, keparahan perdarahan, serta jumlah jaringan yang terkena.

Namun, beberapa kejadian pecah pembuluh darah di otak merupakan kondisi yang membuat Anda harus menghubungi tim medis atau membawa langsung pasien ke rumah sakit terdekat. Adapun gejala yang muncul meliputi:

  • Tiba-tiba sakit kepala yang parah
  • Kejang tanpa riwayat sebelumnya
  • Merasa lemah dibagian kaki dan lengan
  • Mual atau muntah
  • Penurunan kewaspadaan atau merasa lesu dan lemah
  • Kesemutan atau mati rasa
  • Kesulitan bicara atau memahami pembicaraan
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan menulis atau membaca
  • Kehilangan keterampilan motorik halus, seperti getara tangan
  • Kehilangan koordinasi
  • Rasa tidak normal
  • Hilang kesadaran

Jadi perlu Anda ingat, jika beberapa gejala di atas merupakan gejala yang disebabkan oleh pendarahan di otak akibat pecahnya pembuluh darah.

Seseorang yang mengalami pendarahan diotak biasanya akan dilakukan CT Scan untuk melihat adanya pendarahan internal. Pemeriksaan lain pun akan dilakukan untuk melihat sejauh mana pendarahan yang terjadi. Selain itu, perawatan pun akan tergantung pada lokasi, penyebab serta seberapa luas pendarahan yang terjadi.

Untuk menghindari terjadinya pecah pembuluh darah yang menyebabakan pendarahan di otak Anda dapat melakukan beberapa hal yang dapat meminimalkan risiko dengan cara berikut:

  • Obati tekanan darah tinggi, sekitar 80% pasien dengan pendarahan di otak memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Jadi satu-satunya cara untuk menghindarinya dalah dengan mengendalikan asupan makanan, olahraga secara teratur, dan mengonsumsi obat-obatan darah tinggi sesuai resep dokter.
  • Jangan merokok
  • Jangan menggunakan narkoba. Pasalnya, kokain dapat meningkatkan risiko pendarahan di otak.
  • Berkendara secara hati-hati dankenakan sabuk pengaman.
  • Selalu gunakan helm saat mengendarai motor untuk mengidari risiko cedera kepala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *