Rapid Test Corona

penyakit
Hasil positif ditandai dengan garis di atas huruf C dan T pada alat rapid test corona

Virus Corona atau Covid-19 telah menyebar ke seluruh dunia. Hingga 27 April 2020, jumlah kasus virus Corona telah mencapai setidaknya 3 juta kasus. Hal tersebut juga mengakibatkan setidaknya 200 ribu orang meninggal dunia, namun setidaknya 800 ribu orang dinyatakan sembuh. Oleh karena itu, rapid test Corona perlu dilakukan. Rapid test Corona digunakan untuk mendeteksi seberapa luas penyebaran virus Corona di setiap negara.

WHO (World Health Organization) menyarankan setiap negara yang terdampak virus Corona untuk melakukan rapid test. Rapid test dilakukan dengan menggunakan sampel darah manusia untuk mendeteksi kadar antibodi imunoglobulin terhadap virus di dalam tubuh.

WHO juga menyatakan bahwa rapid test adalah cara yang lebih mudah untuk dilakukan dibandingkan dengan ELISA atau tes yang melibatkan enzim untuk mengukur cairan tubuh manusia.

Jenis Antibodi

Antibodi adalah protein yang dibentuk oleh sistem kekebalan tubuh manusia yang berguna untuk melawan bakteri, virus, dan benda asing lainnya sehingga membuat manusia terinfeksi. Secara keseluruhan, ada dua jenis antibodi yang akan diperiksa jika manusia melakukan rapid test Corona:

  • Imunoglobulin G (IgG)

Imunoglobulin G merupakan jenis antibodi yang paling umum ditemukan dalam darah dan cairan tubuh lain manusia. Antibodi tersebut digunakan untuk menyimpan memori yang berkaitan dengan bakteri atau virus yang pernah masuk ke dalam tubuh manusia. Hal tersebut dapat memberikan perlindungan dari infeksi berikutnya.

  • Imunoglobulin M (IgM)

Imunoglobulin M merupakan jenis antibodi yang secara aktif melindungi tubuh manusia setelah mereka pertama kali terkena infeksi bakteri atau virus. Ketika manusia pertama kali terkena infeksi, kadar IgM akan meningkat. Hal tersebut juga dapat memberikan perlindungan jangka panjang.

Mengapa Rapid Test Perlu Dilakukan?

Rapid test Corona adalah cara yang perlu dilakukan untuk mengetahui jika seseorang terdeteksi virus Corona atau tidak. Jika hasil rapid test pasien positif, maka pasien perlu dibawa ke rumah sakit rujukan Covid-19 untuk menjalani pemeriksaan PCR (polymerase chain reaction).

Siapa Saja Yang Perlu Menjalani Rapid Test?

Rapid test adalah jenis tes yang sebaiknya dilakukan kepada:

  • Orang tanpa gejala (OTG).
  • Orang dalam pemantauan (ODP).
  • Pasien dalam pengawasan (PDP).

Apa Saja Langkah-Langkah Untuk Menjalani Rapid Test?

Jika pasien ingin melakukan rapid test Corona, mereka tidak perlu mempersiapkan apapun. Langkah-langkah untuk melakukan rapid test adalah sebagai berikut:

  • Tenaga medis membersihkan area pengambilan darah pasien dengan cairan antiseptik. Cairan tersebut dapat membunuh kuman dan mencegah infeksi di dalam tubuh.
  • Lengan atas pasien akan diikat dengan perban elastis agar aliran darah terkumpul dan pembuluh darah vena pasien lebih mudah ditemukan.
  • Setelah menemukan vena, tenaga medis akan menyuntikkan jarum steril ke pembuluh darah pasien untuk mengambil darah.
  • Setelah itu, tenaga medis memasang tabung khusus di belakang jarum suntik.
  • Ketika jumlah darah cukup, tenaga medis akan melepaskan jarum suntik, kemudian menutupi bagian tubuh pasien yang disuntik dengan perban.

Hasil Rapid Test

Setelah melakukan rapid test Corona, pasien dapat menerima hasil sebagai berikut:

  • Reaktif (positif)

Pasien yang menerima hasil reaktif disebabkan oleh salah satu atau kedua jenis antibodi menunjukkan hasil reaktif. Hal tersebut menunjukkan bahwa pasien terkena infeksi tertentu.

  • Non reaktif (negatif)

Pasien yang menerima hasil non reaktif menunjukkan bahwa kedua jenis antibodi tidak menunjukkan hasil reaktif. Artinya, pasien aman dari infeksi.

  • Negatif palsu

Sebagian pasien mungkin bisa menerima hasil negatif palsu pada rapid test. Hal tersebut menunjukkan tanda negatif pada tubuh pasien, namun mereka sebenarnya terkena virus Corona.

Langkah-Langkah Yang Perlu Dilakukan Jika Pasien Terkena Virus Corona

Jika pasien menerima hasil positif pada rapid test Corona, tenaga medis perlu melakukan penanganan lebih lanjut kepada pasien. Berikut adalah langkah-langkah yang pasien sebaiknya lakukan:

  • OTG, ODP, atau PDP dengan gejala ringan perlu mengkarantina diri di rumah.
  • PDP yang mengalami gejala sedang perlu diisolasi di rumah sakit darurat.
  • PDP yang mengalami gejala berat perlu diisolasi di rumah sakit rujukan.

Meskipun pasien menerima hasil rapid test negatif, mereka perlu menjalani pemeriksaan kedua dalam 7 hingga 10 hari. Hasil rapid test kedua akan menentukan jika pasien terkena virus Corona atau tidak.

Rapid test Corona adalah cara yang efektif dan aman untuk mengetahui jika pasien terkena virus Corona atau tidak. Meskipun demikian, rapid test Corona juga dapat memicu efek samping ringan seperti memar dan nyeri pada bagian tubuh yang disuntik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *