Sering Mual? Ini Beberapa Kemungkinan Penyebabnya

penyakit

Mual adalah perasaan atau sensasi alamiah tubuh yang merangsang Anda untuk mengeluarkan isi perut. Mual kadang amat mengganggu, karena kerap terjadi tanpa diduga-duga.

Ada beragam kemungkinan Anda mengalami mual. Salah satu yang paling umum dan sering dijumpai adalah ketika mabuk di perjalanan. Kondisi tubuh seseorang juga merupakan faktor kuat pendorong perasaan mual.

Seperti saat tengah tidak enak badan atau pusing, secara alamiah tubuh akan bereaksi sehingga menyebabkan mual.

Selain yang disebutkan di atas, di bawah ini juga ada beberapa kondisi yang paling sering dan memungkinkan menimbulkan mual. Antara lain:

1. Dehidrasi

Ternyata selain mengurangi konsentrasi, kekurangan cairan tubuh juga dapat menyebabkan mual. Namun, jika sudah mengalami dehidrasi, tubuh akan merasa lebih sensitif dan jika meminum air dalam jumlah banyak kita akan merasa mual.

Cobalah untuk minum perlahan dalam jumlah yang kecil hingga perut Anda rileks, agar lingkaran setan antara mual dan dehidrasi akan terputus.

2. Overhidrasi (Kelebihan Cairan Tubuh)

Mungkin beberapa dari Anda pernah menenggak satu botol air putih sekaligus ketika merasa haus saat berolahraga.

Ternyata hal tersebut tak baik untuk dilakukan, karena menyebabkan ketidakseimbangan cairan tubuh, sehingga dapat menimbulkan peradangan, nyeri, dan mual.

3. Mengonsumsi Multivitamin Ketika Perut Kosong

Mengonsumsi multivitamin ketika perut kosong ternyata dapat menyebabkan sakit perut dan mual.

Suplemen yang mengandung zat besi dan tembaga membuat perut terasa sakit, dan vitamin C bisa meningkatkan asam lambung dan tentunya membuat mual.

4. Kafein

Jika Anda seorang pecandu kafein, misalnya kopi, mungkin pernah mengalami sakit kepala atau mual jika tak mengonsumsinya dalam sehari.

Hal tersebut disebabkan karena kafein dapat menyebabkan ketergantungan fisik ringan. Jika ingin melepas kecanduan tersebut, alih-alih berhenti secara mendadak, cobalah untuk mencobanya secara perlahan. Pasalnya, penghentian kafein secara mendadak bisa membuat mual.

5. Stres

Rasa khawatir dan stres dapat mengakibatkan tubuh bereaksi secara intens. Ketika mengalami hal tersebut, jantung akan berdegup lebih kencang, hormon adrenalin dan tekanan darah meningkat, dan zat kimia saraf juga berubah.

Zat kimia tersebut juga dapat meningkatkan proses metabolisme dan menyebabkan perasaan tak enak pada perut, seperti mual.

Jika Anda merupakan orang yang mudah khawatir dan stres, coba untuk melakukan meditasi atau berolahraga agar tubuh dan pikiran kembali kepada ritme yang normal.

6. Refluks Asam

Rasa mual dan terbakar biasanya menjadi gejala terjadinya refluks asam atau penyakit refluks gastroesophageal (GERD). Saat asam lambung atau isi perut kembali ke esofagus, beberapa orang mengalami rasa mual.

Selain refluks asam, bakteria dan virus juga bisa menyebabkan tubuh keracunan makanan yang berujung mual dan muntah.

7. Cemas atau Panik

Cemas dan panik atau gugup adalah reaksi alami tubuh terhadap stres yang bisa memicu berbagai gejala psikologis dan fisik, salah satunya mual. Maka ketika Anda sedang cemas atau panik, misalnya saat menunggu waktu wawancara kerja, tidak heran jika tiba-tiba merasa mual.

Stres menyebabkan meningkatnya produksi hormon serotonin dalam tubuh. Selain membuat detak jantung makin cepat dan pernapasan makin pendek-pendek, hormon serotonin diketahui ikut meningkatkan produksi asam di lambung.

Sebagai respons dari segala ketidaknormalan fungsi tubuh ini, otak akan memicu reaksi mual dan bahkan mungkin sampai ingin muntah.

8. Infeksi pada Pencernaan

Penyakit pencernaan yang disebabkan oleh infeksi, seperti muntaber dan keracunan makanan, umum menimbulkan gejala mual.

Mual muncul ketika kuman penyebab infeksi (bakteri, jamur, virus, maupun parasit) menyerang dinding lambung dan lapisan usus, kemudian menghasilkan racun. Infeksi ini kemudian memicu sistem imun memerintahkan organ cerna memproduksi lebih banyak cairan.

Pada akhirnya, otak akan memicu saraf di perut untuk memunculkan rasa mual dan keinginan muntah sebagai upaya mengeluarkan zat-zat yang dianggap racun bagi tubuh.

***

Setelah mengetahui beragam penyebab umum perasaan mual, Anda bisa saja menjadikan artikel ini sebagai pedoman mengidentifikasi apa yang terjadi pada diri Anda.

Dengan begitu, jika pada masa yang akan datang perasaan mual itu datang lagi, Anda bisa melakukan sesuatu yang tepat untuk mengatasi mual sesuai dengan penyebabnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *