Waspadai Dampak Kekurangan Yodium bagi Kesehatan Tubuh

hidup sehat

Setiap manusia membutuhkan kadar yodium dalam tubuh untuk membantu memproduksi hormon tiroid. Hormon ini berfungsi sebagai penunjang proses pertumbuhan dan mengendalikan sistem kekebalan tubuh. Saat kadar yodium tidak sesuai dengan yang seharusnya, tubuh akan mengalami kekurangan yodium.

kekurangan yodium

Mengenal fungsi yodium dalam tubuh

Yodium memiliki peran untuk mendukung tiroid bekerja dengan baik. Kekurangan yodium akan membuat tiroid menjadi terlalu aktif atau justru terlalu pasif. Akibatnya, berbagai fungsi tubuh akan menjadi tidak seimbang, seperti hambatan pada sistem kekebalan tubuh, gangguan pada pengembangan saraf pusat, gangguan kesehatan tulang, dan lain sebagainya.

Secara khusus, kekurangan yodium akan menyebabkan hipotiroidisme, yaitu kondisi yang terjadi saat kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid yang cukup.

Tubuh manusia tidak memproduksi yodium secara natural. Nutrisi ini biasanya didapatkan dari konsumsi makanan jenis tertentu. Pada orang dewasa, kadar yodium yang dibutuhkan per hari kurang lebih sebanyak 150 microgram (mcg). Sementara, wanita hamil dan menyusui, kadar yodium per hari yang dibutuhkan mencapai 200 mcg.

Untuk meningkatkan kadar yodium, Anda bisa mencoba mengonsumsi makanan dengan sumber yodium. Makanan tersebut antara lain rumput laut, ikan, daging sapi, keju, produk susu, telur, roti, dan garam beryodium.

Dampak kekurangan yodium bagi kesehatan

Kekurangan yodium bisa menyebabkan berbagai kondisi medis. Tidak hanya hipotiroidisme, hal ini juga bisa memunculkan komplikasi lainnya. Komplikasi dari hipotiroidisme meliputi:

  • Berbagai penyakit jantung, seperti gagal jantung dan pembesaran pada jantung
  • Gangguan kesehatan mental berupa depresi
  • Kerusakan saraf perifer atau sistem saraf tepi
  • Gangguan ovulasi yang dapat menyebabkan masalah kesuburan pada wanita

Pada wanita yang sedang mengandung, kurangnya yodium bisa berdampak pada kondisi kesehatan janin. Wanita hamil yang kekurangan yodium lebih mungkin untuk meningkatkan resiko cacat lahir pada bayi.

Apaila tidak segera diatasi, wanita hamil yang kurang mengonsumsi kadar yodium memiliki resiko mengalami keguguran, bayi meninggal setelah kelahiran, kelahiran prematur, dan kelainan bawaan pada bayi baru lahir.

Selain itu, salah satu komplikasi paling berbahaya dari hipotiroidisme adalah kondisi Myxedema Coma. Kondisi ini cukup jarang ditemukan namun mengancam jiwa.

Orang yang mengalami Myxedema Coma akibat kekurangan yodium akan mengalami gejala berupa sensitivitas terhadap suhu dingin serta rasa kantuk yang disertai dengan kelelahan. Kondisi ini bisa terjadi karena infeksi, stres, atau efek samping dari obat yang dikonsumsi untuk mengatasi hipotiroidisme.

Pada anak-anak dan remaja, hipotiroidisme yang diderita akibat kurangnya kadar yodimum bisa memunculkan komplikasi berupa pubertas yang tertunda, keterlambatan perkembangan gigi, pertumbuhan yang buruk, serta perkembangan mental yang buruk.

Sementara, pada bayi, hipotiroidisme bisa menyebabkan komplikasi berupa sembelit, pembengkakan pada wajah, rasa kantuk yang berlebihan, lidah membesar, dan sering tersedak saat makan.

Mengobati kondisi kekurangan yodium

Kekurangan yodium tidak berbahaya apabila ditangani sedini mungkin. Cara terbaik untuk mengobati kondisi ini adalah dengan melakukan diet sehat. Selama berdiet, konsumsilah makanan yang mengandung kadar yodium.

Terkadang, yodium yang didapat dari makanan masih belum mencukupi. Hal ini umumnya terjadi pada vegetarian dan wanita hamil. Apabila kadar yodium dari makanan masih belum mencukupi, Anda bisa mengonsumsi suplemen yodium khusus. Apabila kondisi kekurangan yodium yang diderita menimbulkan komplikasi berupa Myxedema Coma, pengobatan dilakukan melalui rawat inap di rumah sakit. Tidak hanya melalui makanan dan suplemen, pasien dengan kondisi ini akan menjalani perawatan melalui asupan cairan untuk menstabilkan kadar yodium dalam tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *